Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi Rp4 juta untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk membeli rumah bersubsidi.
Selain itu, Bank BTN sebagai penyedia fasilitas pinjaman juga akan menerapkan uang muka sebesar 1 persen untuk pembelian KPR. Basuki menyebut bantuan-bantuan tersebut akan dapat direalisasikan pada bulan April mendatang.
“Itu Rp4 juta berupa uang cash. Kemudian juga ini yang DP 1 persen bisa mengikuti itu. Positif April ini mulai,” tutur Basuki di Pontianak, Minggu (22/3/2015).
Basuki menyebut, pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp220 milyar dana APBN 2015 untuk program tersebut.
Sementara ditempat dan waktu yang sama, Direktur Utama BTN Marjono mengatakan, sebenarnya program DP 1 persen sudah diluncurkan pada bulan Maret. Namun untuk saat ini masih diprioritaskan hanya untuk rusunami.
“Karena rusunami ini perumahan yang betul-betul layak. Kemudian kebutuhannya mendesak bagi masyarakat perkotaan dan juga bebas banjir,” kata Marjono.
Kendati demikian, pihaknya juga akan memberikan pertimbangan kepada daerah yang tidak diharuskan membangun rusunami. Untuk daerah tersebut maka dapat dinikmati untuk pembelian rumah tapak.
“Contoh Pontianak, misalnya daerah Ketapang juga. Itukan dimasukkan tidak harus bangun rusunami, maka bisa 1 persen,” tukasnya.
(rzy)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2015/03/22/470/1122539/pemerintah-siapkan-bantuan-subsidi-rp4-juta-untuk-program-perumahan
Analisis :
Pemerintah memiliki program 1 juta rumah pada tahun ini, mereka akan memberikan bantuan subsidi sebesar 4 juta rupiah untuk membeli rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, Bank BTN juga akan menerapkan uang muka sebesar 1 persen untuk pembelian KPR. Diharapkan adanya dana APBN 2015 sebesar 220 milyar tersebut digunakan secara tepat seperti seharusnya, tidak ada penyelewengan dana sehingga kehidupan masyarakat Indonesia akan semakin baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar