Merosotnya rupiah ke tingkatan terendah dalam
17 tahun terakhir mendorong produsen otomotif Jepang untuk lebih berfokus
memproduksi sedan dan MPV (multi-purpose vehicle) yang murah dan diproduksi
secara lokal, daripada berusaha meraih porsi lebih besar di pasaran mobil impor
yang kala ini lesu.
Di bulan
Februari, hanya 7.600 unit kendaraan yang diimpor. Menjadikan Februari bulan
ke-11 berturut-turut di mana jumlah kendaraan yang diimpor ke Indonesia berada
di bawah angka 10.000, menurut asosiasi otomotif Gaikindo. Jumlah tersebut
hanyalah 10 persen dari keseluruhan jpenjualan kendaraan baru.
Kendaraan impor kehilangan daya tariknya seraya rupiah turun ke
tingkatan terelmat sejak krisis finansial yang melanda Asia pada akhir dekade
1990an, dan di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat.
Lesunya pasaran kendaraan impor mensinyalkan kepada perusahaan
otomotif asing seperti Toyota, Nissan dan Mitsubishi untuk mempercepat rencana
ekspansi mereka dan menjual model yang lebih murah di pasaran.
Perusahaan otomotif Jepang, yang menghadapi menyusutnya pertumbuhan
di dalam negeri sendiri, memiliki berbagai rencana besar bagi Indonesia, yang
telah melampui Thailand sebagai pasaran otomotif terbesar di Asia Tenggara.
Perusahaan-perusahaan dari Jepang memprediksi perekonomian
Indonesia akan tumbuh dalam jangka panjang dan bersedia menanamkan investasi di
saat penjualan menurun sementara.
Penjualan otomotif impor di Indonesia, yang turun dari puncaknya
pada paruh pertama 2014 sebesar 100.000 unit, masih dua kali lipat lebih besar
dibanding titik terendah saat krisis finansial global pada tahun 2008.
PT Honda
Prospect Motor, distributor resmi Honda di Indonesia, memperkirakan penjualan
menurun pada paruh pertama 2015 ini, tapi akan tetap memproduksi 14.000-15.000
unit per bulannya guna mengantisipasi kenaikan penjualan pada paruh kedua tahun
ini, ujar direktur marketing-nya, Jonfis Fandy kepada Reuters.
Mitsubishi mempelopori dengan investasi $600 juta untuk membangun
pabrik di Indonesia yang dirancang untuk dapat memproduksi 240.000 kendaraan
per tahunnya. Selain untuk dijual di dalam Indonesia, Mitsubishi juga mengincar
ekspor ke negara-negara tetangga seperti Filipina dan Vietnam - strategi yang
telah sebelumnya diterapkan di Thailand.
"Rupiah sangat lemah," ujar CEO Mitsubishi Osamu
Masuko kepada Reuters. "Jadi kami harus membangun komponen kami secara
lokal di sini, sehingga kami juga berpeluang mengekspor ke negara-negara
lain."
Sumber: http://www.voaindonesia.com/content/rupiah-melorot-produsen-otomotif-jepang-ekspansi-ke-indonesia/2692991.html
Analisis
Di bulan
Februari, hanya 7.600 unit kendaraan yang diimpor. Menjadikan Februari bulan
ke-11 berturut-turut di mana jumlah kendaraan yang diimpor ke Indonesia berada
di bawah angka 10.000, menurut asosiasi otomotif Gaikindo. Jumlah tersebut
hanyalah 10 persen dari keseluruhan jpenjualan kendaraan baru.
Kendaraan impor kehilangan daya tariknya seraya rupiah turun ke
tingkatan terelmat sejak krisis finansial yang melanda Asia pada akhir dekade
1990an, dan di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar