VIVA.co.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) mendorong investor Jepang untuk berinvestasi ke luar Jawa. Sebab, saat
ini, hampir 100 persen investasi dari negara itu di Indonesia terfokus di pulau
Jawa.
Kepala BKPM, Franky
Sibarani, Selasa 24 Maret 2015, menegaskan bahwa hal tersebut dalam acara
Indonesia Business Forum yang dilaksanakan hari ini di Tokyo, Jepang.
Dia menyampaikan,
kebijakan pemerintah dalam mendorong industi hilir dan bernilai tambah akan
lebih terfokus di luar Jawa. Selain itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,
Indonesia tidak akan lagi mengekspor bahan mentah.
Sehingga, investasi
yang masuk akan diarahkan ke industri pengolahan. "Hal tersebut potensial
dikembangkan di luar Jawa, karena bahan baku banyak terdapat di luar Jawa,”
kata dia dalam keterangan yang diterima VIVA.co.id.
Data BKPM menunjukkan
bahwa 96 persen dari total realisasi investasi Jepang untuk periode tahun
2010-2014 sebesar US$12,01 miliar ada di Jawa.
Menurut Franky, hingga
2019, pemerintah akan membangun 15 kawasan industri baru, di mana 13 di
antaranya ada di luar Jawa. Banyak potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh
para investor Jepang di 13 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu, salah satunya
industri pengolahan berbasis sumber daya alam.
Sebagai contoh, KEK
Sei Mangkei di Sumatera Utara bisa dikembangkan sebagai pusat industri kelapa
sawit, karet, pupuk, logistik, serta kawasan pariwisata. Kemudian, KEK Bitung
di Sulawesi Utara, dapat dikembangkan untuk industri perikanan, kelapa, tanaman
obat, dan logistik.
Khusus wilayah Papua,
pemerintah juga akan mendorong pengembangan empat KEK beserta infrastruktur
pendukungnya sesuai dengan perngembangan daerah masing-masing. KEK Merauke,
misalnya akan dikembangkan untuk sektor pertanian terintegrasi industri
pengolahannya.
Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/605332-bkpm--investasi-jepang-terlalu-terpusat-di-jawa
Analisis
BKPM mendorong
investor Jepang untuk berinvestasi ke luar Jawa. Sebab, saat ini, hampir 100
persen investasi dari negara itu di Indonesia terfokus di pulau Jawa. Kepala
BKPM, Franky Sibarani, Selasa 24 Maret 2015, menegaskan bahwa hal tersebut
dalam acara Indonesia Business Forum yang dilaksanakan hari ini di Tokyo,
Jepang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar