Minggu, 13 Desember 2015

TUGAS SOFTSKILL ETIKA BISNIS



CONTOH KASUS IMMORAL DALAM MANAJEMEN ETIKA BISNIS

OBAT NYAMUK HIT
Perjalanan obat nyamuk bermula pada tahun 1996, diproduksi oleh PT Megasari Makmur yang terletak di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. PT Megasari Makmur juga memproduksi banyak produk seperti tisu basah, dan berbagai jenis pengharum ruangan. Obat nyamuk HIT juga mengenalkan dirinya sebagai obat nyamuk yang murah dan lebih tangguh untuk kelasnya. Selain di Indonesia HIT juga mengekspor produknya ke luar Indonesia.

Obat anti-nyamuk HIT yang diproduksi oleh PT Megarsari Makmur dinyatakan ditarik dari peredaran karena penggunaan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Departemen Pertanian, dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi di pabrik HIT dan menemukan penggunaan pestisida yang menganggu kesehatan manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.

HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos (zat turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia). Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan melaporkan PT Megarsari Makmur ke Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu seorang pembantu rumah tangga yang mengalami pusing, mual dan muntah akibat keracunan, setelah menghirup udara yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk HIT.

Analisis :
Dari kasus diatas terlihat bahwa perusahaan melakukan pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran perusahaan besarpun berani untuk mmengambil tindakan kecurangan untuk menekan biaya produksi produk. Mereka hanya untuk mendapatkan laba yang besar dan ongkos produksi yang minimal. Mengenyampingkan aspek kesehatan konsumen dan membiarkan penggunaan zat berbahaya dalam produknya . dalam kasus HIT sengaja menambahkan zat diklorvos untuk membunuh serangga padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat tersebut bila dihisap oleh saluran pernafasan dapat menimbulkan kanker hati dan lambung.

Dan walaupun perusahaan sudah meminta maaf dan juga mengganti barang dengan memproduksi barang baru yang tidak mengandung zat berbahaya tapi seharusnya perusahaan jugamemikirkan efek buruk apa saja yang akan konsumen rasakan bila dalam penggunaan jangka panjang. Sebagai produsen memberikan kualitas produk yang baik dan aman bagi kesehatan konsumen selain memberikan harga yang murah yang dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya.

Sumber :

Senin, 04 Mei 2015

Tugas Bahasa Indonesia

BAHASA INDONESIA

Jawaban: 1

Bahasa Yang Baik

Penggunaan bahasa yang baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan. Hal ini harus disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita. Dengan kata lain, bahasa yang kita gunakan sesuai dengan lawan bicara, sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman ketika berkomunikasi.


Bahasa Yang Benar

Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan). Bahasa yang benar mengacu pada kaidah penulisan dan pengucapan Bahasa Indonesia seperti yang tertera dalam kamus besar Bahasa Indonesia, dan terdapat pula di EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Dari 2 hal diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang tidak menyinggung lawan bicara, dan tiap katanya adalah bagian dari kata-kata dalam kamus besar bahasa Indonesia.

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang  benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian  bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan  bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.

Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku. Contoh :

Apakah kamu sudah menyelesaikan tugasmu?

Bagaimana cara menyelesaikan tugas ini?


Misalkan ketika dalam dialog antara seorang ibu dengan anaknya

Ibu: Dewa, bisakah kamu membantu ibu untuk mengambilkan garam?

Dewa: Iya bu, Dewa akan mengambilkan garam itu untuk ibu

Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial

Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil  bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.

(1) Berapakah Ibu mau menjual tauge ini?

(2) Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Tinggi dan  berapa ongkosnya?

Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.

(3) Berapa nih, Bu, tauge nya?

(4) Ke Pasar Tanah Tinggi , Bang. Berapa?

Jawaban: 2
Bahasa Indonesia berfungsi pula sebagai bahasa pengantar dilembaga-lembaga pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan terendah (taman kanak-kanak) sampai dengan lembaga pendidikan tertinggi (Perguruan Tinggi) di seluruh Indonesia, kecuali di pelosok-pelosok daerah tertentu mayoritas masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.
Di daerah ini, bahasa daerah boleh dipakai sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan tingkat sekolah dasar sampai tahun ketiga (kelas tiga). Setelah itu, harus menggunakan bahasa Indonesia. Karya-karya ilmiah di perguruan tinggi (baik buku rujukan, karya akhir mahasiswa, seperti skripsi, tesis, disertasi, dan hasil atau laporan penelitian)  yang ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, menunjukkan bahwa bahasa Indonesia telah mampu sebagai alat penyampaian Iptek, dan sekaligus menepis anggapan bahwa bahasa Indonesia belum mampu mewadahi konsep-konsep Iptek.

Senin, 20 April 2015

Ekspor Lada Hitam Lampung Tembus 817 Ton

BANDAR LAMPUNG - Ekspor lada hitam Lampung selama Maret 2015 tercatat sebanyak 817 ton senilai USD7,4 juta, naik bila dibandingkan Februari 2015 yang tercatat 641 ton atau senilai USD6,1 juta.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia didampingi Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Ratna Dewi di Bandarlampung, Senin, menyebutkan ekspor lada hitam asal Lampung itu masih terus berlangsung kendati produktivitas komoditas tersebut tidak sebanyak beberapa tahun lalu. Selain itu, berdasarkan keterangan petani lada di Lampung menyebutkan bahwa panen akan berlangsung sekitar bulan Juli-Agustus 2015 atau setelah panen kopi.
Menurut dia, lada masih merupakan komoditas andalan Lampung untuk memenuhi kebutuhan daerah ini maupun ekspor, selain kopi, kelapa sawit, kakao, dan lainnya. Ia menambahkan, negara tujuan utama ekspor lada Lampung, yakni Amerika Serikat, Singapura, India, Vietnam, dan Tiongkok. Sementara itu, petani lada di Lampung Utara menyebutkan saat ini produksi komoditas bumbu dapur tersebut sedikit mengingat panen belum berlangsung.
"Diperkirakan panen lada akan berlangsung pada Juli-Agustus. Saat ini produktivitas rata-rata tanaman lada hitam itu masih rendah, berkisar antara 500-700 kilogram per hektare (Ha)," kata Petani Lada M Toyib, di Lampung Utara, Senin (20/4/2015).
Ia menyebutkan, produksi sebesar itu turun bila dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Penurunan produktivitas itu karena beberapa faktor, di antaranya serangan hama penyakit yang sulit diidentifikasi, tanaman yang sudah tua serta faktor iklim. Selain itu, masih kurangnya pengetahuan masyarakat dalam menanam serta merawat tanaman tersebut.
"Beberapa tahun lalu, lada hitam menjadi komoditas perkebunan yang sangat berharga dibandingkan hasil perkebunan lainnya. Namun saat ini produksinya mengalami penurunan," tambahnya.
Karena itu, ia mengharapkan pemerintah dapat memberikan pembinaan dan pelatihan yang terus menerus terkait budidaya tanaman lada. Harga lada hitam saat ini menurut dia, cukup mahal mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram (Kg). Namun stoknya saat ini menipis mengingat panen belum berlangsung.


Analisis:
Negara tujuan utama ekspor lada Lampung, yakni Amerika Serikat, Singapura, India, Vietnam, dan Tiongkok. Sementara itu, petani lada di Lampung Utara menyebutkan saat ini produksi komoditas bumbu dapur tersebut sedikit mengingat panen belum berlangsung.


Calon Deputi Gubernur BI: Gaji Saya Rp60 Juta Sekarang

JAKARTA - Calon Deputi Gubernur (DG) Bank Indonesia (BI) Hendy Sulistyowati mengaku belum mengetahui jumlah gaji per bulan yang diterima seorang DG BI.
Hal itu ia ungkapkan saat menjalani uji kelayakan dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Saya belum tahu soal gaji Dewan Gubernur," singkatnya saat menjawab pertanyaan salah satu anggota DPR, Senin (20/4/2015).
Kendati demikian, Ibu dua anak ini mengaku gajinya selama menjadi Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI cukup untuk membiayai keluarga dan pendidikan anaknya.
"Gaji saya cukup untuk anak sekolah, kalau dikurangi pinjaman perusahaan, gaji saya Rp60 juta per bulan. Itu saya pakai biaya hidup dan sekolahkan mereka (anak)," tukasnya.
Sebagai informasi, Hendy lahir di Surabaya, 7 Januari tahun 1959. Gelar sarjana ekonomi diraihnya ketika ia kuliah di Universitas Gadjah Mada jurusan Ekonomi Study Pembangunann tahun 1979. Kemudian tahun 1990 Hendy melanjutkan pendidikannya ke University of Michigan untuk meraih gelar Master of Applied Economic. Kariernya di BI bermula ketika ia menjadi Asisten Manajer bagian Departemen Pengelolaan Devisa pada tahun 1985.
Selain itu, dia juga sempat menjabat sebagai Asisten Manajer Departemen Luar Negeri BI tahun 1991.


Analisis:
Gelar sarjana ekonomi diraihnya ketika ia kuliah di Universitas Gadjah Mada jurusan Ekonomi Study Pembangunann tahun 1979. Kemudian tahun 1990 Hendy melanjutkan pendidikannya ke University of Michigan untuk meraih gelar Master of Applied Economic. Kariernya di BI bermula ketika ia menjadi Asisten Manajer bagian Departemen Pengelolaan Devisa pada tahun 1985.



OJK Siapkan Regulasi Tangkis Investasi Bodong

JAKARTA - Maraknya investasi bodong yang ada membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku memiliki rencana untuk menyusun regulasi penyaring investasi bodong.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti mengatakan regulasi tersebut terinspirasi dari investasi sektor barang dalam aturan perdagangan.
"Kita liat contoh di sektor barang, di UU perdagangan, jadi ada inspirasi di muat UU bidang keuangan," ucapnya di MNC Tower, Senin (20/4/2015).
Nantinya regulasi tersebut bisa dicantumkan dalam UU perbankan atau UU pasar modal yang keduanya tengah dilakukan revisi.
"Itu (UU) menyatakan kalau itu (investasi) dengan skim piramida dilarang dan sanskinya sama kaya di barang, supaya ada landasan kuat untuk menindak," imbuhnya.
Menurut Kusumaningtuti, regulasi semacam ini diperlukan agar tidak terjadi kasus seperti pada permainan uang MMM.
"Kalau sekarang, kalau belum ada kerugian, misal penipuan, kerugian, gak ada pasal tindak pidana yang bisa di rever, jadi yang bisa kita lakukan adalah mencegah dan mengingatkan masy jangan sampai terpikat, jelas-jelas itu kemungkinan gagalnya tinggi," tukasnya.


Analisis:

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti mengatakan regulasi tersebut terinspirasi dari investasi sektor barang dalam aturan perdagangan.

Harga BBM tak Menentu, Penjualan Motor Turun 70 Persen

DEPOK- Sejumlah dealer sepeda motor di kawasan Cinere mengaku kesulitam memasarkan produknya. Pemicunya adalah adanya ketidakpastian hukum serta turun naiknya harga BBM.
Dua dealer sepeda motor seperti Bintang Honda Motor dan Yamaha-Cinere mengaku omzet turun bebas sejak Januari 2015. "Kami sekarang sulit mencapai target. Penjualan sepi, penurunannya hingga 70 persen," ungkap Ida Ayu, marketing Yamaha-Cinere kepada JPNN, Sabtu (18/4).
Meski sudah memberikan berbagai keringanan dan promosi gencar, namun minat masyarakat membeli sepeda motor tetap rendah. "Mungkin banyak yang masih pikir-pikir, daripada beli motor baru mendingan beli sembako. Apalagi harga BBM naik turun begini," kata Ida tersenyum kecut.
Kondisi serupa diungkapkan Dina Andina. Marketing Bintang Honda Motor ini mengaku memberikan jatah fee-nya untuk konsumen agar bisa membeli motor baru.
"Saya kasih diskon besar, diambil dari jatah fee saya. Kalau tidak begitu, target penjualan saya tidak terpenuhi," ucap Dina sembari membagi-bagikan brosur sepeda motor di jalan raya Meruyung.(esy/jpnn)


Analisis:
Meski sudah memberikan berbagai keringanan dan promosi gencar, namun minat masyarakat membeli sepeda motor tetap rendah. "Mungkin banyak yang masih pikir-pikir, daripada beli motor baru mendingan beli sembako. Apalagi harga BBM naik turun begini," kata Ida tersenyum kecut.


Apa Kabar Jatah Saham Inalum untuk Pemda?

JAKARTA - Gembar-gembor minta jatah saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sudah lama digaungkan, namun hingga saat ini tidak jelas apa saja yang sudah dilakukan Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota di sekitar Danau Toba.
Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar mengaku heran dengan hal ini. Dia juga mengatakan, sejak resmi dilakukan pengambilalihan Inalum oleh pemerintah RI, hingga saat ini juga tidak pernah ada lagi pembahasan soal share saham Inalum di komisi VI, yang membidangi masalah industri dan perusahaan BUMN.
"Karena sebenarnya tugas kami sudah selesai karena sudah ada kesepakatan DPR dengan pemerintah soal saham maksimal 30 persen untuk pemda. Tapi kami juga belum pernah dengar lagi pemda dan Inalum duduk bersama. Jadi semua tergantung Pemprov Sumut," terang Nasril Bahar kepada JPNN kemarin (19/4).
Dia mengatakan, pembahasan terakhir di Komisi VI menyangkut rencana Inalum melakukan pengembangan usaha, seperti membangun power plan yang sudah berjalan, juga mengenai kerjasama dengan Antam untuk membangun smelter alumina.
"Tapi yang menyangkut share saham dengan pemda, belum pernah dibahas lagi. Jadi sekali lagi, ini tergantung Pemprov Sumut berkoordinasi dengan 10 pemkab/pemko, bagaimana menindaklanjuti kesepakatan yang sudah dilakukan DPR dengan pemerintah," ujar politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Untuk kesekian kalinya, Nasril mengingatkan Gubernur Sumut Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho dan 10 bupati/walikota di sekitar Danau Toba, untuk bergerak cepat melobi Inalum.
"Perlu segera dibahas bagaimana formula share sahamnya. Karena formula share saham itu ya tergantung lobi pemda," ujarnya.
Dikatakan, Inalum hingga tiga tahun ke depan akan bergerak cepat melakukan pengembangan perusahaan. "Pihak Inalum sudah pernah menyampaikan akan melakukan aksi-aksi korporasi Inalum dalam dua hingga tiga tahun ke depan, akan bergerak cepat. Antara lain dengan pelepasan saham perdana, IPO (initial public offering). Jika pemda tak gerak cepat, bisa tak kebagian saham," ujar Nasril.
Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara 10 bupati/walikota, Mangindar Simbolon, mengakui, progres negosiasi dengan pusat terkait jatah Inalum yang saat ini 100 persen dikuasai pemerintah pusat, tidak jelas.
"Gubernur sudah kita surati resmi, ya mestinya gubernur mengajak kita untuk negosiasi dengan pusat. Ini kita tunggu-tunggu," ujar Mangindar Simbolon, yang juga, bupati Samosir itu, 5 Januari 2015.
Seperti diketahui, DPR dan pemerintah era sebelumnya sudah punya komitmen memberikan jatah saham maksimal 30 persen untuk Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota yakni Kabupaten Karo, Dairi, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Asahan, Batubara, dan Kota Tanjung Balai. (sam/jpnn)


Analisis:

Inalum hingga tiga tahun ke depan akan bergerak cepat melakukan pengembangan perusahaan. "Pihak Inalum sudah pernah menyampaikan akan melakukan aksi-aksi korporasi Inalum dalam dua hingga tiga tahun ke depan, akan bergerak cepat. Antara lain dengan pelepasan saham perdana, IPO (initial public offering). Jika pemda tak gerak cepat, bisa tak kebagian saham," ujar Nasril.