BANDAR
LAMPUNG -
Ekspor lada hitam Lampung selama Maret 2015 tercatat sebanyak 817 ton senilai
USD7,4 juta, naik bila dibandingkan Februari 2015 yang tercatat 641 ton atau
senilai USD6,1 juta.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia
didampingi Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Ratna Dewi di Bandarlampung,
Senin, menyebutkan ekspor lada hitam asal Lampung itu masih terus berlangsung
kendati produktivitas komoditas tersebut tidak sebanyak beberapa tahun lalu.
Selain itu, berdasarkan keterangan petani lada di Lampung menyebutkan bahwa
panen akan berlangsung sekitar bulan Juli-Agustus 2015 atau setelah panen kopi.
Menurut dia, lada masih merupakan komoditas andalan
Lampung untuk memenuhi kebutuhan daerah ini maupun ekspor, selain kopi, kelapa
sawit, kakao, dan lainnya. Ia menambahkan, negara tujuan utama ekspor lada
Lampung, yakni Amerika Serikat, Singapura, India, Vietnam, dan Tiongkok.
Sementara itu, petani lada di Lampung Utara menyebutkan saat ini produksi
komoditas bumbu dapur tersebut sedikit mengingat panen belum berlangsung.
"Diperkirakan panen lada akan berlangsung pada
Juli-Agustus. Saat ini produktivitas rata-rata tanaman lada hitam itu masih
rendah, berkisar antara 500-700 kilogram per hektare (Ha)," kata Petani
Lada M Toyib, di Lampung Utara, Senin (20/4/2015).
Ia menyebutkan, produksi sebesar itu turun bila
dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Penurunan produktivitas itu karena
beberapa faktor, di antaranya serangan hama penyakit yang sulit diidentifikasi,
tanaman yang sudah tua serta faktor iklim. Selain itu, masih kurangnya
pengetahuan masyarakat dalam menanam serta merawat tanaman tersebut.
"Beberapa tahun lalu, lada hitam menjadi komoditas
perkebunan yang sangat berharga dibandingkan hasil perkebunan lainnya. Namun
saat ini produksinya mengalami penurunan," tambahnya.
Karena itu, ia mengharapkan pemerintah dapat memberikan
pembinaan dan pelatihan yang terus menerus terkait budidaya tanaman lada. Harga
lada hitam saat ini menurut dia, cukup mahal mencapai sekitar Rp120 ribu per
kilogram (Kg). Namun stoknya saat ini menipis mengingat panen belum
berlangsung.
Sumber: http://economy.okezone.com/read/2015/04/20/320/1137006/ekspor-lada-hitam-lampung-tembus-817-ton
Analisis:
Negara
tujuan utama ekspor lada Lampung, yakni Amerika Serikat, Singapura, India,
Vietnam, dan Tiongkok. Sementara itu, petani lada di Lampung Utara menyebutkan
saat ini produksi komoditas bumbu dapur tersebut sedikit mengingat panen belum
berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar