Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor Dongkrak Ekonomi Regional
Jakarta
-Bandara Syamsuddin Noor, Banjar Baru,
Kalimantan Selatan akan segera dikembangkan pada pertengahan April 2015.
Pengembangan bandara ini menghabiskan dana sekitar Rp 2,3 triliun.
Hal itu merupakan
hasil rapat yang digelar Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Menteri Perhubungan
Ignasius Jonan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksama Madya TNI Ade Supendi,
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo, dan Gubernur Kalimantan Selatan
Rudy Ariffin.
Direktur Utama PT
Angkasa Pura I, Tommy Soetomo menjelaskan, pengembangan ini akan memakan waktu
sekitar 2,5 tahun. Bila sudah selesai, diharapkan akan memberi dampak positif
bagi ekonomi regional.
"Ini seperti
telur dan ayam, dengan dibangunnya bandara, ekonomi regional berkembang,"
jelas Tommy, di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (25/3/2015).
Tommy menuturkan, nilai investasi pembangunan bandara tersebut
mencapai Rp 2,3 triliun. Bandara ini akan memiliki
terminal seluas 110 ribu meter persegi dari 10 ribu meter yang ada, sehingga
diproyeksikan dapat menampung penumpang hingga 12 juta orang tiap tahunnya.
"Jadi kita ingin
bangun 10 atau 11 kalinya. Bisa muat untuk, sekarang penumpang di Banjarmasin
sekitar 3,5 juta penumpang per tahun. Kita akan buat kapasitasnya 4 kalinya,
tapi terminalnya bisa 10 kalinya," kata Tommy.
Pengembangan Bandara
Syamsuddin Noor sebelumnya terhalang karena kendala pembebasan lahan. Namun,
saat ini pembebasan yang sudah berjalan hingga 2,5 tahun ini pun telah mencapai
80 persen. Sedangkan, sisa lahan yang belum dibebaskan akan dilakukan dengan
menggunakan mekanisme kompensasi.
Gubernur Kalimantan
Selatan, Rudy Ariffin menambahkan, masalah pembebasan lahan selama ini terjadi
karena adanya salah paham terkait status lahan. Rudy menuturkan, TNI AU
mencatat lahan tersebut sebagai investaris kekayaan negara, sedangkan pemda
mencatat lahan sebagai kekayaan daerah.
"Sekarang ada
kesepahaman, TNI AU akan meminta kepada kementerian keuangan untuk menghapus
dari aset inventaris kekayaan negara, kemudian nanti pemda memberikan
kompensasi yang sepadan dengan itu untuk dipergunakan untuk kegiatan
personelnya," kata Rudy.
Namun, setelah
pertemuan ini dilakukan, kesalah pahaman antara sejumlah pihak itu pun telah
diselesaikan. Menteri Perhubunan Ignasius Jonan menuturkan, saat ini sudah ada
kesepakatan antara TNI AU, warga Kalimantan Selatan dan AP I.
"Bapak Wakil
Presiden Jusuf Kalla memutuskan untuk segera bandara di Banjar Baru Syamsuddin
Noor mulai dibangun, kalau bisa di pertengahan April. Groundbreakinglah di
pertengahan April. Jadi sudah ada kesepakatan antara TNI AU, warga Kalsel, dan
AP I," tandas Jonan. (Silvanus A/Ahm)
Pengembangan bandara
ini menghabiskan dana sekitar Rp 2,3 triliun. Hal itu merupakan hasil rapat
yang digelar Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Menteri Perhubungan Ignasius
Jonan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksama Madya TNI Ade Supendi, Direktur Utama
PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo, dan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar