Rabu, 25 Maret 2015

ADB : Indonesia Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,5 persen pada tahun ini. Angka ini, lebih rendah dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 5,7 persen. 

Deputy Country Director ADB Indonesia, Edimon Ginting, di Jakarta, Selasa 24 Maret 2015 mengungkapkan, pemangkasan anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. 

"Hal ini sangat memperbaiki kondisi fiskal yang menyebabkan terjadi sumber daya yang besar untuk dialokasikan ke hal-hal yang produktif, termasuk infrastruktur fisik dan sosial," kata dia.

Edimon menambahkan dengan penghematan tersebut, defisit anggaran juga bisa ditekan menjadi 1,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga pembiayaan APBN dapat lebih efisien. 

Menurutnya, ada sejumlah risiko yang harus dihadapi Indonesia. Seperti pelemahan pertumbuhan negara mitra dagang dan kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Namun, pemerintah Indonesia dinilai siap mengantisipasi dampak dari gejolak perekonomin global yang diperkirakan akan terus terjadi sepanjang tahun.

"Pemerintah telah memiliki berbagai persiapan," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ADB juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan sebesar enam persen. Stabilitas ekonomi dunia yang lebih terjaga membuat ekonomi negara berkembang dapat tumbuh tinggi pada 2016. 

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/605243-adb---indonesia-siap-hadapi-gejolak-ekonomi-global

Analisis

Ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,5 persen pada tahun ini. Angka ini, lebih rendah dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 5,7 persen. Deputy Country Director ADB Indonesia, Edimon Ginting, di Jakarta, Selasa 24 Maret 2015 mengungkapkan, pemangkasan anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar