Jumat, 26 September 2014

Tentang Sugar Glider



Tentang Sugar Glider (Petaurus Breviceps)
                Saya bukanlah seorang breeder dan ahli mengenai Sugar Glider, disini saya hanya membagikan sedikit pengalaman yang sudah pernah alami selama mengenal Sugar Glider. Awalnya saya mengenal Sugar Glider lewat teman sekolah saya dulu sewaktu SMA, waktu itu harga Sugar Glider berkisar >Rp. 500.000-/ekornya. Karna harga dan minimnya pengetahuan saya mengenai perawatan Sugar Glider itulah yang membuat saya berfikir beribu-ribu kali lipat. Meskipun saya jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat ke-eksotisan dan keunikan Sugar Glider.
                Karena ketidak sabaran saya untuk memiliki Sugar Glider akhirnya saya paksakan untuk membeli Sugar Glider. Sugar Glider pertama yang saya miliki saya beli dengan harga terbilang murah WC (wild caught), ternyaata Sugar Glider yang saya beli itu sudah minus beberapa jari dibagian kakinya, dan tentu saja galak, akhirnya Sugar Glider pertama saya kabur. Setelah itu saya mencari informasi tentang pemilihan, cirri-ciri Sugar Glider yang baik. Hampir setengah tahun lebih saya mencari informasi, saya mencoba membeli kembali Sugar Glider, kali ini yang CB (captive breed).
                Singkat cerita akhirnya Sugar Glider CB saya itu lebih mudah dalam diajak berinteraksi, akhirnya saat ini saya mempunyai sepasang sugar Glider yang saya beri nama Sani dan Zoro, Sejauh ini mereka sudah menghasilkan 2 ekor joey (bayi Sugar Glider) yang sudah saya jual, dan saat saya mengetik tulisan ini Sugaar Glider saya juga sedang IP (in pouch) dengan 2 ekor joey kembali. Karna saya tidak puas dengan sepasang Sugar Glider saya memutuskan untuk membeli kembali joey Sugar Glider CB.
                Selama ini saya banyak menemui seller yang mengaku memternakkan Sugar Glider yang aslinya orang tersebut hanya membeli dari orang lain, dan ada pula yang menggunakan Sugar Glider WC untuk diambil joeynya saja, katanya sih kalo Sugar Glider WC itu setahun bisa 3-4 kali melahirkan/OOP (out of pouch). Memang kalau merawat Sugar Glider dari Joey itu lebih lama dalam menghasilkan joey ketimbang Sugar Glider WC yang umumnya sudah berusia dewasa dan sudah siap berkembang biak. Saya pribadi lebih senang memelihara dari joey karna saya menikmati proses pemeliharannya dan tidak menuntut untuk cepat-cepat mendapatkan joey. Saya berfikir kalau terlalu banyak Sugar Glider bagaimana cara perawatannya, bagaimana kebersihan kandangnya? Dan bagaimana kalau semua breeder menggunakan Sugar Glider WC tentutnya ini meningkatkan penangkapan Sugar Glider dialam liarkan? Apa kita ingin Sugar Glider terancam populasinya dialam liar sana? Semua kembali kediri kita masing-masing, kalau saya pribadi lebih baik membeli Sugar Glider yang CB atau hasil ternakan.
                Mengenai makanan, saya biasa memberi Sugar Glider saya dengan bubur bayi dengan rasa pisang dan beras merah dan sedikit dicampur dengan vitamin, dan supplement, karna Sugar Glider meruakan hewan omnivora dan moody (cepat bosan) saya sesekali memberikan mereka buah-buahan, buah-buahan yang saya biasa berikan itu semangka, apel, dan melon (ingat ini buah-buahan yang sering saya berikan ke Sugar Glider saya, bukan berarti buah-buahan itu saja yang boleh diberikan) mengenai buah-buahan saya rasa sudah banyak artikel-artikel yang membahas tentang makan apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan ke Sugar Glider.
                Saya pribadi sangat sering memberikan proses makan secara handsfeed, yaitu pemberian makan dengan menggunakan tangan, tujuannya sih untuk lebih mengenalkan kepada mereka bahwa kita bukan ancaman dan kita tidak akan menyakiti mereka, selain itu sih agar mereka lebih familiar dengan aroma tangankita yang nantinya akan membuat mereka tambah percaya dan terbiasa kepada kita.
Tujuan saya menulis blog ini semata-mata hanya untuk berbagi pengalaman saja, jika terdapat kata-kata yang tidak mengenakkan, dan tidak jelas harap dimaklumi.
Selalu cintai dan perlakukan Sugar Glider anda dengan baik.


Salah satu cara melatih Sugar Glider agar bonding terhadapa kita
 
with Diamond (my Sugar Glider) 


with Bobby

Tidak ada komentar:

Posting Komentar